Training Of Trainers

Bagian ke 3 dari 12 seri Manajemen Masjid

Demi menciptakan kader Sumber Daya Manusia (SDM) Masjid yang berkualitas dan memiliki daya saing dalam mengahadapi globalisasi maka perlu dilaksanakan adanya training of trainers dalam rangka mewujudkan insan masjid yang memiliki kemampuan dan kualitas unggul, mampu meramu program dengan baik dan dapat mempertanggungjawabkan kepada masyarakat terutama jamaah masjid.

Adapun materi training of trainers yang dapat membantu SDM Masjid dalam meningkatkan skill dan wawasannya, yaitu:

1. Praktek Peran
2. Praktek Peran (2)
3. Komunikasi Efektif
4. Komunikasi Efektif (2)
5. Memandu Pelatihan Jama'ah Masjid
6. Memandu Pelatihan Jama'ah Masjid (2)
7. Menyusun dan Menyampaikan Materi Pelatihan
8. Menyusun dan Menyampaikan Materi Pelatihan (2)
9. Instruktur Pelatihan Jama'ah Masjid
10.Instruktur Pelatihan Jama'ah Masjid (2)
11.Management Pelatihan Jama'ah Masjid
12.Management Pelatihan Jama'ah Masjid (2)
13.Perkaderan Jama'ah Masjid
14.Perkaderan Jama'ah Masjid (2)
15.Masyarakat Islam
16.Masyarakat Islam (2)

Semoga artikel ini bermanfaat. Jazakumullah Khoiran Katsir

Sumber : http://immasjid.com/?pilih=dl&mod=yes&aksi=lihat&kategori=03++TRAINING+OF+TRAINERS&kid=17&mulai=0&hal=1
Selengkapnya...

[+/-] Selengkapnya...

Pedoman Aktivitas Takmir Masjid

Bagian ke 2 dari 12 seri Manajemen Masjid

Dalam mendukung kebangkitan Islam, Masjid perlu diposisikan sebagaimana fungsi dan perannya di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Sehingga, Masjid dapat menjadi sentra aktivitas umat dalam memanfaatkan seluruh potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk menuju dunia Islam yang lebih baik.

Namun cukup disayangkan, kebanyakan Masjid kita masih belum dikelola secara baik dengan sistim pengelolaan yang efektif dan efisien menuju pengamalan Islam secara kaffah. Karena itu, diperlukan adanya penemuan-penemuan baru yang dapat membantu umat dalam memakmurkan Masjid, khususnya alternatif-alternatif yang bersifat teknis-implementatif.

Berikut beberapa data dan artikel yang dapat digunakan dan dijadikan pedoman aktivitas Takmir Masjid, yaitu:

1. Pedoman Pelatihan
2. Pedoman Pelatihan (2)
3. Pedoman Pengelolaan Keuangan
4. Pedoman Pengelolaan Keuangan (2)
5. Pedoman Adkespro
6. Pedoman Adkespro (2)
7. Pedoman Kepengurusan Ta'mir Masjid
8. Pedoman Kepengurusan Ta'mir Masjid (2)
9. AD dan ART Ta'mir Masjid
10. AD dan ART Ta'mir Masjid (2)
11. Menyusun Pengurus Ta'mir Masjid
12. Menyusun Pengurus Ta'mir Masjid (2)
13. PKSBO
14. PKSBO (2)
15. Musyawarah Jama'ah
16. Musyawarah Jama'ah (2)

Semoga artikel ini bermanfaat. Jazakumulloh khairan katsir.

Sumber : http://immasjid.com/?pilih=dl&mod=yes&aksi=lihat&kategori=02++PEDOMAN+AKTIVITAS+TAKMIR+MASJID&kid=16&mulai=0&hal=1
Selengkapnya...

[+/-] Selengkapnya...

Pengenalan Organisasi Takmir Masjid

Bagian ke 1 dari 12 seri Manajemen Masjid

Pada umumnya masjid telah digunakan sebagai tempat ibadah mahdhoh (shalat fardhu berjamaah dan shalat Jumat). Ini jelas masih jauh dari fungsi masjid yang sesungguhnya. Dan responden mengidamkan masjid yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah belaka, melainkan juga pusat kegiatan non keagamaan.

Jadi, fungsi masjid perlu dioptimalkan utamanya dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan. Maka itu, takmir masjid perlu memiliki kemampuan manajemen ketakmiran.

Untuk itu, takmir masjid perlu memiliki kemampuan dan kreativitas yang mumpuni untuk diorientasikan bagi kemakmuan masjid dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

Berikut beberapa data dan artikel (dalam bentuk Microsof Word Dan Powerpoint) yang dapat digunakan dan dijadikan pedoman untuk mewujudkan manajemen masjid (khususnya Manajemen Takmir Masjid) dengan tata kelola yang baik, yaitu:

1. Karakteristik SDM Jama'ah Masjid
2. Karakteristik SDM Jama'ah Masjid (2)
3. Management Praktis Ta'mir Masjid
4. Management Praktis Ta'mir Masjid (2)
5. Realisasi Program Kerja Ta'mir Masjid
6. Realisasi Program Kerja Ta'mir Masjid (2)
7. Pembentukan Organisasi Ta'mir Masjid
8. Pembentukan Organisasi Ta'mir Masjid (2)
9. Management Ta'mir Masjid
10. Management Ta'mir Masjid (2)
11. Organisasi Ta'mir Masjid
13. Organisasi Ta'mir Masjid (2)
14. Menata Organisasi Ta'mir Masjid
15. Menata Organisasi Ta'mir Masjid (2)
16. Fungsi dan Peran Masjid
17. Fungsi dan Peran Masjid (2)

Sumber : http://immasjid.com/?pilih=dl&mod=yes&aksi=lihat&kategori=01++PENGENALAN+ORGANISASI+TAKMIR+MASJID&kid=14

Selengkapnya...

[+/-] Selengkapnya...

Manajemen Masjid

Mengelola masjid pada zaman sekarang ini memerlukan ilmu dan ketrampilan manajemen. Pengurus masjid (takmir) harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

Di bawah sistem pengelolaan masjid yang tradisioal, umat Islam akan sangat sulit berkembang. Bukannya tambah maju, mereka malahan akan tercecer dan makin jauh tertinggal oleh perputaran zaman. Masjid niscaya akan berada pada posisi yang stagnan, yang pada akhirnya bisa ditinggal oleh jamaahnya.

Manajemen terdapat dalam setiap kegiatan manusia, baik di rumah, di kantor, di pabrik, di sekolah, tidak terkecuali di masjid.

Berikut adalah beberapa seri dari artikel Manajemen Masjid yang dapat digunakan dan dijadikan pedoman untuk membantu kita bersama dalam mewujudkan manajemen masjid (serta perangkat di dalamnya) dengan tata kelola yang baik, yaitu:

1. PENGENALAN ORGANISASI TAKMIR MASJID

2. PEDOMAN AKTIVITAS TAKMIR MASJID
3. TRAINING OF TRAINERS
4. KEPEMIMPINAN REMAJA MASJID
5. BUNGA RAMPAI MATERI PELATIHAN
6. PEDOMAN DASAR ORGANISASI
7. ADMINISTRASI ORGANISASI
8. TPA / TPQ
9. MEMBANGUN MASJID
10. LEMBAGA DAKWAH
11. E-BOOK
12. LAIN-LAIN

Semoga File-file ini bermanfaat. Jazakumulloh khairon katsir.

Sumber: http://immasjid.com/?pilih=dl&mod=yes
Selengkapnya...

[+/-] Selengkapnya...

7 Keajaiban Dunia

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari ‘Tujuh Keajaiban Dunia’. Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan ‘Tujuh Keajaiban Dunia’ saat ini. Walaupun ada beberapa ketidak sesuaian, sebagian besar daftar berisi sebagai berikut :

1] Piramida
2] Taj Mahal
3] Tembok Besar Cina
4] Menara Pisa
5] Kuil Angkor
6] Menara Eiffel
7] Kuil Parthenon

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.

Gadis pendiam itu menjawab, ‘Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya ‘keajaiban itu’. Sang guru berkata,’Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya’. Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, ‘Saya pikir, ‘Tujuh Keajaiban Dunia’ itu adalah :

1] Bisa melihat,
2] Bisa mendengar,
3] Bisa menyentuh
4] Bisa menyayangi,
5] Bisa merasakan,
6] Bisa tertawa, dan
7] Bisa mencintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya ‘keajaiban’. Sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan karuniakan untuk kita, kita menyebutnya sebagai ‘biasa’.

Sumber : http://ukhuwah.or.id/
Selengkapnya...

[+/-] Selengkapnya...

Sebanyak 21 negara telah menggunakan jasa Tony Kwok Man-wai dalam berbagai kapasitas terkait dengan pemberantasan korupsi. Dia tak menganggap penting bayaran yang diterima. PARA pejabat Hongkong yang korup rata-rata punya koneksi dengan kelompok mafia. Tapi, jika dibandingkan dengan saat bertugas selama 27 tahun (1975-2002) di Komisi Independen Pemberantasan Korupsi Hongkong (ICAC),

Tony Kwok merasa bahwa pengalaman paling menegangkan sebagai pemburu koruptor adalah ketika bekerja selama setahun di Nigeria atas permintaan Bank Dunia.
Bukan saja harus menghadapi resistensi keras dari para petinggi negara yang doyan mengancam, Tony juga mesti berurusan dengan para pejabat militer yang terbiasa menyelesaikan masalah dengan senjata.

"Jadi, mereka yang mengira memberantas korupsi di Filipina bagaikan disodori cawan beracun, saya rasa mereka belum pernah ke Nigeria," kelakarnya, seperti dikutip AFP.

Filipina? Tak usah heran. Karir sebagai investigator korupsi memang telah mengantarkan Tony Kwok sebagai "warga dunia." Setidaknya pemerintahan di 21 negara di berbagai benua telah menggunakan jasa pria yang hobi menyelam, golf, dan skuas tersebut untuk memberantas korupsi. Juga 10 pemerintahan kota di Tiongkok.

Jadilah dia investigator korupsi paling laris di dunia. Baik itu dalam kapasitas sebagai konsultan, penasihat, maupun sekadar narasumber seminar atau workshop. Berbagai media besar dunia pun bergantian memuat kisahnya. Cobalah ketika namanya di Google, setidaknya 5 ribu entri akan muncul.

Yang terbaru, pada 12 Oktober lalu, dia berbagi pengalaman dengan Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) di Kuala Lumpur. Dalam kesempatan itu, pria yang pernah diwawancarai Jawa Pos ketika berkunjung ke Indonesia pada April 2006 tersebut menegaskan pentingnya kontinuitas dan jam terbang.

"Butuh setidaknya dua setengah tahun agar seseorang bisa menjadi investigator korupsi yang andal," kata pria yang sejak pensiun dari ICAC pada 2002 telah membuka jasa konsultasi antikorupsi itu, seperti dikutip Bernama.

Tony mulai membangun karir sebagai investigator korupsi tak lama setelah ICAC berdiri. Sebelumnya, dia bekerja di Bea Cukai Hongkong. Seperti dilansir Financial Times, selama 27 tahun ayah tiga anak itu bertugas, ICAC berhasil menekan drastis praktik patgulipat di birokrasi Hongkong. Jika pada saat KPK-nya Hongkong tersebut pertama berdiri pada 1974 angka korupsi birokrasi mencapai 86 persen dari semua laporan yang masuk, pada 1999 angka itu tinggal 41 persen. Contoh keberhasilan lain bisa dilihat di korupsi di kepolisian. Pada 1974, jumlahnya mencapai 45 persen. Tapi, pada 1999, angkanya tinggal 16 persen.

Saat tenaganya disewa Presiden Filipina Gloria Macapagal-Arroyo sebagai penasihat antikorupsi (2005-2007), penerima sejumlah penghargaan dari pemerintah Hongkong tersebut berhasil membidani lahirnya tim antikorupsi di 16 lembaga penting pemerintahan. Itu dilakukan dalam waktu tiga bulan saja.

Tony menganut prinsip zero tolerance dalam soal korupsi. Dalam wawancara dengan Jawa Pos pada 2006, dia mengatakan pernah menangkap seorang tukang pos di Hongkong karena meminta uang lelah kepada seorang penerima paket. "Ketika melamar suatu pekerjaan, Anda tentu tahu berapa gaji yang akan diterima. Jadi, kecilnya gaji tak bisa dijadikan alasan untuk melakukan korupsi," katanya ketika itu.

Pria berkacamata itu juga percaya betul pada tiga rumus untuk membasmi sekaligus menangkal "aksi kriminal berisiko rendah tapi sangat menghasilkan" tersebut. "Kunci memberantas korupsi adalah pencegahan, pendidikan, dan penciptaan hambatan supaya kejahatan yang sama tidak muncul lagi." Pentingnya menanamkan kesadaran antikorupsi lewat pendidikan itu pula yang mendorong Tony memelopori kelahiran program studi international postgraduate certificate course in corruption studies di Hongkong University. Itu merupakan program studi pertama di dunia.

Situsnya : http://www.kwok-manwai.com/
Selengkapnya...

[+/-] Selengkapnya...

Cerita, "Ujian Saringan Tiga Kali"

Di jaman Yunani kuno, Dr. Socrates adalah seorang terpelajar dan intelektual yang terkenal reputasinya karena pengetahuan dan kebijaksanannya yang tinggi. Suatu hari seorang pria berjumpa dengan Socrates dan berkata, "Tahukah anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang teman anda?" "Tunggu sebentar," jawab Dr. Socrates.

"Sebelum memberitahukan saya sesuatu, saya ingin anda melewati sebuah ujian kecil. Ujian tersebut dinamakan Ujian Saringan Tiga Kali."
"Saringan tiga kali?" tanya pria tersebut. "Betul," lanjut Dr. Socrates


"Sebelum anda mengatakan kepada saya mengenai teman saya, mungkin merupakan ide yang bagus untuk menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa yang akan anda katakan. Itulah kenapa saya sebut sebagai Ujian Saringan Tiga Kali. Saringan yang pertama adalah KEBENARAN.

Sudah pastikah anda bahwa apa yang akan akan katakan kepada saya adalah benar?"

"Tidak," kata pria tersebut, "Sesungguhnya saya baru saja mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada anda".

"Baiklah," kata Socrates.

"Jadi anda sungguh tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak."
Sekarang mari kita coba saringan kedua yaitu KEBAIKAN.

Apakah yang akan anda katakan kepada saya mengenai teman saya adalah sesuatu yang baik?"

"Tidak, sebaliknya, mengenai hal yang buruk."

"Jadi," lanjut Socrates, "Anda ingin mengatakan kepada saya sesuatu yang buruk mengenai dia, tetapi anda tidak yakin kalau itu benar. Anda mungkin masih bisa lulus ujian selanjutnya, yaitu KEGUNAAN.

Apakah apa yang anda ingin beritahukan kepada saya tentang teman saya tersebut akan berguna buat saya?" "Tidak, sungguh tidak," jawab pria tersebut.

"Kalau begitu," simpul Dr. Socrates, "Jika apa yang anda ingin beritahukan kepada saya ... Tidak benar, tidak juga baik, bahkan tidak berguna untuk saya, kenapa ingin menceritakan kepada saya?"

(author : unknown)

~~~

Sahabatku, saya yakin anda sudah paham maksud cerita ini...

Jazakumullah telah membaca, semoga bermanfaat...

O ya... selamat merayakan hari besar Islam Idul Adha, bagi yang kemarin merayakannya.... Ingat: jangan pernah berhenti untuk berbagi... ^_^

Salam Perjuangan & Motivasi...!
Selengkapnya...

[+/-] Selengkapnya...

75% Sukses Kita adalah Peran Ibu

Di suatu pagi yang cerah dengan udara yang sejuk di sebuah pedesaan, seorang ibu sedang bercengkerama dengan ketujuh anakya, kegembiraan dan kebahagiaan serta kebersamaan terbangun dalam keluarga itu, selang beberapa saat kemudian sang anak pertama melontarkan kalimat-kalimat bijak kepada ibunya,

Ibu…, aku memang tidak terlalu pintar dibanding teman-temanku disekolah, tapi tolong jangan sampai engkau keluarkan kalimat BODOH untukku

Ibu…, aku memang tidak terlalu cantik / tampan dibanding anak dari teman-taman ibu, tapi tolong jangan sampai engkau keluarkan kalimat JELEK untukku

Ibu …, aku memang tidak penurut seperti anak-anak yang lain, tapi tolong jangan sampai engkau keluarkan kalimat NAKAL untukku

Ibu…, aku memang sering khilaf melanggar aturan Agama karena ketidakberdayaanku, tapi tolong jangan sampai engkau keluarkan kalimat DURHAKA untukku

Ibu…, sampai hari aku belum mampu membalas segala jasamu dan belum mampu membahagiakan sebagaimana keinginanmu, tapi tolong jangan sampai keluarkan kalimat GAK TAHU DIRI untukku

Ibu…, kalau sampai hari ini aku masih sering lupa mendoakanmu karena kesibukanku, tolong jangan hentikan air mata do’amu untukku dan jangan pula sepatah kata laknatpun keluar dari bibirmu, Ibu itupun kemudian meneteskan air matanya, apa arti air mata ibu ini ?

Alkisah Beberapa tahun kemudian…., seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah setengah baya. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan. ”Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh…saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore untuk menengok anak saya yang ke dua”, jawab ibu itu. ”Wouw… hebat sekali putra ibu”, pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.

Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.” Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu? Bagaimana dengan kakak dan adik-adik nya?” ”Oh ya tentu”, si Ibu bercerita : ”Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat berkerja di perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, dan yang ke tujuh menjadi Dosen di sebuah perguruan tinggi terkemuka di Semarang.”

Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. ”Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ?” Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ”Anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak. Dia
menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.” kata sang Ibu.

Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu… mungkin ibu agak kecewa ya dengan anak ibu yang pertama, karena adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi seorang petani?”

Apa jawab sang ibu..???
Apakah anda ingin tahu jawabannya..???

…...Dengan tersenyum ibu itu menjawab :
”Ooo …tidak, tidak begitu nak….Justru saya SANGAT SANGAT BANGGA dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik- adiknya dari hasil dia bertani”… Pemuda itu terbengong….

………, sejenak kita bertanya pada diri kita sendiri, bagaimana kondisi adik-adik kita hari ini ? bagaimana pula kakak-kakak kita ? lalu bagaimana pula dengan ibu dan Ayah kita…………., apa yang telah kita berikan untuk mereka, adakah setetes air mata do’a untuk keselamatan
dunia dan akhiratnya? Hari ini ? kemarin ? atau esok ?

………, Semua orang di dunia ini penting. Buka mata kita, pikiran kita, hati kita. Intinya adalah kita tidak bisa membuat ringkasan sebelum kita membaca semua peristiwa itu sampai selesai. Orang bijak berbicara “HAL YANG PALING PENTING DI DUNIA INI BUKAN BERTANYA TERUS SIAPA KITA ? tetapi APA KARYA YANG SUDAH KITA CIPTA DAN APA YANG TELAH KITA LAKUKAN UNTUK SAUDARA-SAUDARA KITA DAN ORANG LAIN ? ”

….., Ibu adalah orang yang sangat diistimewakan 3 kali dari ayah (Al-Hadits), artinya faktor sukses anak-anak kita 75% adalah peran ibu, dengan bimbingannya, kasih sayangnya, perhatiannya dan yang terpenting adalah do’a dan tangis sang ibu untuk kesuksesan anak-anaknya.

(COpas oleh Bulan Cahaya dari DéñMäs Ärìäñöm'note)
Selengkapnya...

[+/-] Selengkapnya...

Memanfaatkan Masa Mudanya Sebelum Datang Masa Tua

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, balasan kebaikan hanya bagi orang-orang yang bertakwa, shalawat serta salam kepada hamba dan rasul-Nya, sebaik-baik makhluk-Nya, yang amanah terhadap wahyu-Nya, nabi kita, imam kita, pemimpin kita Muhammad bin Abdillah, juga kepada keluarga dan sahabat beliau serta orang-orang yang menempuh jalan beliau dan mengambil petunjuk dengan petunjuk beliau sampai hari pembalasan.
Amma ba’du.

Sesungguhnya masa muda merupakan nikmat Allah yang istimewa, para pemuda dianugerahi kekuatan untuk menggapai cita-citanya dengan pertolongan Allah -azza wa jalla-, masa ini adalah masa agung yang semestinya terbentengi dari akhlak dan perbuatan yang tercela, dan semestinya para pemuda bersungguh-sungguh terhadap perkara-perkara yang menyampaikannya kepada (jalan) Allah -azza wa jalla- dan kepada perkara yang bermanfaat bagi para hamba-Nya. Masa muda merupakan masa yang istimewa, masa yang paling berharga.

Di antara sunnatullah adalah setiap hamba jika dia istiqomah dan terus menerus dalam keistiqomahannya maka Allah akan menolongnya untuk menyempurnakan keistiqomahan tersebut, seta Dia akan mewafatkan hamba tersebut sesuai dengan kebiasaannya dan usahanya di dalam kebaikan.

Sungguh Islam telah memberi petunjuk kepada para pemuda dan menganjurkan mereka untuk istiqomah, serta memotivasi mereka dengan sebab-sebab keselamatan dan kebahagiaan. Oleh karena itu terdapat hadits di dalam Shahihain dari nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- beliau bersabda,

سبعةٌ يظلهم الله في ظله ، يوم لا ظل إلا ظله : إمام عادل ، وشاب نشأ في عبادة الله ، ورجل قلبه معلق بالمساجد ، ورجلان تحابا في الله اجتمعا على ذلك وتفرقا عليه ، ورجل دعته امرأة ذات منصب وجمال ؛ فقال : إني أخاف الله ، ورجل تصدق بصدقة فأخفاها حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه ، ورجل ذكر الله خاليًا ففاضت عيناه

“Tujuh golongan yang Allah naungi dengan naungannya di hari yang tidak ada naungan melainkan naungan-Nya, (yaitu)

1. imam yang adil,
2. pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah,
3. seseorang yang hatinya terkait dengan masjid,
4. dua orang yang saling mencintai karena Allah dan berpisah karena Allah,
5. laki-laki yang diajak oleh wanita yang baik keturunannya lagi cantik kemudian laki-laki itu berkata sesungguhnya saya takut Allah,
6. laki-laki yang bersedekah, dia menyembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya,
7. dan laki-laki yang berdzikir kepada Allah di saat sendiri lalu meneteskan air mata.”

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya perkara pemuda, yang semestinya bagi para pemuda untuk memperhatikan masa ini, serta dia beristiqomah di masa itu dalam melaksanakan perintah Allah, introspeksi diri, sehingga dia tidak menjadi sebab sesatnya orang lain.

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menyebutkan tujuh golongan tersebut, beliau memulainya dengan imam yang adil, karena imam yang adil merupakan kemaslahatan yang bersifat umum dan bermanfaat bagi kaum muslimin. Pemimpin yang adil dapat menegakkan syariat Allah di tengah-tengah mereka, menghukumi mereka dengan adil, memberantas kezholiman dari orang-orang yang berbuat zholim di antara mereka, dan menolong mereka dalam ketaatan kepada Allah -azza wa jalla-. Oleh karenanya pemimpin yang adil menjadi yang pertama dari tujuh golongan yang dinaungi oleh Allah dengan naungan-Nya di hari tidak ada naungan melainkan naungan-Nya.

Kemudian beliau menyebutkan setelah itu pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, ini yang kedua, sebab pemuda jika tumbuh di dalam ibadah kepada Allah maka Allah akan membuatnya bermanfaat bagi ummat, dia akan mengajari umat, mendakwahi ke jalan Allah dalam masa mudanya, masa dewasa serta masa tuanya nanti. Maka jadilah manfaat yang besar dan faedah yang banyak, sebab dia tumbuh di dalam ketaatan kepada Allah dan beribadah kepada-Nya, dan sebab dia belajar dalam keadaan yang kuat dan rajin, maka bertambahlah ilmu, pentunjuk, dan taufik seiring dengan bertambahnya usianya. Dengan demikian manfaat dan pengaruhnya lebih besar bagi umat.

Demikian juga diantara para pemuda bisa menjadi teladan, para pemuda dapat saling memberi pengaruh, sebagian mereka mengikuti sebagian yang lain, jika ada pemuda yang sangat rajin di dalam ketaatan kepada Allah maka akan berpengaruh kepada lainnya, dan semakin banyaklah hamba-hamba Allah yang istiqomah, tersebarlah ilmu diantara mereka, dan berpengaruh kepada selain mereka, semakin bertambah banyak lah kebaikan dan berkuranglah kejahatan, tegaklah perintah Allah, hilanglah kebatilan, lahirlah keutamaan-keutamaaan, dan hilanglah keburukan.

Diantara sabda nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-,

“Wahai para pemuda, jika kalian telah memiliki kemampuan (ba-ah) maka menikahlah karena itu akan lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan, barangsiapa yang belum mampu maka hendaklah ia shaum, karena itu sebagai perisai baginya.”

Beliau memerintahkan pemuda untuk menikah agar mereka menjaga kemaluan dan menundukkan pandangan sehingga mereka bisa menjadi teladan bagi orang lain di dalam kebaikan. Oleh karenanya beliau bersabda, “karena (nikah) itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan”.

Dimaklumi dari hadits ini bahwa para pemuda semestinya bersegera untuk melakukan perkara-perkara yang menolongnya untuk menta’ati Allah, agar orang lain dapat mengambil teladan darinya, dan agar dia dapat terus beramal di atas ketaatan kepada Allah.

Diantara yang dapat menolong para pemuda (dalam ketaatan) adalah bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, memperhatikan Al Qur’anul Karim, agar pemuda tersebut mengenal hukum-hukum Allah, dan agar dia berjalan di atas bashiroh (ilmu) dari Allah dalam keadaan masa mudanya dan masa tuanya nanti. Berbeda dengan kondisinya di saat tua, kesibukan mulai banyak dan pemahaman melemah. Adapun di masa mudanya keadaannya lebih kuat untuk memahami nash, lebih mudah untuk menghafal, lebih condong dan lebih kuat untuk mengamalkannya. Oleh karena itu, sudah semestinya para pemuda menjaga waktu mereka dan membentengi masa muda mereka agar tidak terjerumus kepada perkara-perkara yang Allah haramkan, sampai tidak ada rasa malas dan lemah terhadap perkara-perkara yang diwajibkan oleh Allah.

Wahai para pemuda, saudara-saudaraku di jalan Allah, anak-anakku, sesungguhnya kewajiban itu perkara yang agung, maka kalian harus bersungguh-sungguh dalam menta’ati Allah, di dalam menuntut ilmu, dan memahami agama, serta menjaga waktu dari perkara-perkara yang tidak semestinya dilakukan. Waktu itu secara hakiki lebih berharga dibandingkan emas, maka hendaklah kalian membentengi diri dari perkara-perkara yang tidak semestinya, dari perkara-perkara yang diharamkan, dari perbuatan jelek, dari seluruh perkara yang merendahkan seorang mukmin. Semestinya mereka menjaga diri dalam ketaatan kepada Allah, dalam belajar dan memahami agama, serta belajar perkara lain yang bermanfaat bagi ummat yang dapat menolong kebutuhan orang lain. Umat islam butuh pemahaman agara, dan penjelasan tentang syariat Allah dan tentang perkara yang diwajibkan oleh Nya. Sebagaimana umat juga butuh kepada pemuda agar mereka mempelajari seluruh perkara yang dibutuhkan di dalam segala bidang seperti pertahanan, dan bidang-bidang yang dibutuhkan umat di dalam kehidupan. Maka sudah semestinya bagi pemuda untuk memperhatikan dan menjaga waktunya, serta menyibukkan diri terhadap perkara-perkara yang bermanfaat bagi ilmu syar’i dan amal yang shalih, serta ilmu dunia yang berguna untuk mempersiapkan diri dari musuh-musuh, menjaga negeri, menolong agama Allah, jihad di jalan-Nya, sehingga kita tidak membutuhkan pertolongan dari musuh-musuh Allah agar kita tidak bergantung kepada mereka.

Dimaklumi bahwa pemuda itu kuat dalam beramal, dan bersabar melakukannya, kuat juga dalam hafalan dan pemahaman melebihi jika usianya telah tua. Dimana di masa tuanya sudah muncul rasa lemah, kondisinya tidak sama dengan kondisi masa muda. Maka semestinya bagi para pemuda agar menjaga waktu dan kesempatan mereka yang istimewa ini, agar mereka tidak berpaling kecuali kepada perkara yang bermanfaat di dalam agama dan dunia, serta yang bermanfaat bagi dirinya dan umat islam, agar bermanfaat juga bagi agama dan dunia umat islam, dan agar membantu untuk membangun kegiatan umat islam yang bermanfaat, serta agar membantu juga membentengi umat dari makarnya musuh-musuh islam, mempersiapkan kekuatan berguna yang membantu umat dalam melawan musuh, dan melindungi negeri dan menjaganya dari tipu daya musuh-musuh islam.

(
Inilah nasehat dari Syaikh Bin Baaz –rahimahullah- agar para pemuda memanfaatkan masa mudanya sebelum datang masa tuanya. Semoga kita dapat mengamalkannya.)

Diterjemahkan dari: http://www.sahab.net/
Selengkapnya...

[+/-] Selengkapnya...

Gerakan Memakmurkan Masjid

Hanyalah yang memakmurkan Masjid-Masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.
(QS 9:18, At Taubah)

Menurut Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat hingga tahun 1998 telah tercatat Masjid dan Mushalla di Indonesia tidak kurang dari 600.000 buah (Drs. A. Yani, Panduan Memakmurkan Masjid). Berdasarkan data Departemen Agama tahun 2004 Jumlah Masjid di Indonesia 643.834 buah, jumlah ini meningkat dari data tahun 1977 sebesar 392.044 buah, (myquran.org, 24-12-2005). Diperkirakan, jumlah Masjid dan Mushala di Indonesia saat ini antara 600.000 - 800.000 buah.


Alhamdulillah, jumlah Masjid di Indonesia semakin bertambah dan, insya Allah, akan terus bertambah. Secara kuantitatif jumlah tersebut cukup menggembirakan, hanya saja secara kualitatif masih sangat memprihatinkan. Karena banyaknya Masjid kurang diikuti dengan semaraknya umat dalam memakmurkannya.

Sesungguhnya umat Islam memang memiliki ghirah yang tinggi dalam membangun Masjid, namun banyak yang kurang ditindaklanjuti dengan aktivitas memakmurkannya secara sungguh-sungguh. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan sekaligus menjadi tantangan bagi Departemen Agama, IAIN, Pesantren, Perguruan Tinggi, Organisasi kemasyarakatan (Ormas), Partai politik (Parpol) dan lembaga swadaya (LSM) Islam maupun umat Islam pada umumnya untuk menggairahkan umat dalam memakmurkan Masjid.

Diperlukan adanya usaha-usaha penyadaran umat dalam memakmurkan Masjid, di antaranya melalui Gerakan Memakmurkan Masjid (GMM). Sebuah gerakan yang menyerukan tentang pentingnya memakmurkan Masjid dengan berbagai aktivitas yang berkesinambungan, baik berupa himbauan, kampanye, slogan-slogan, pelatihan-pelatihan, perlombaan-perlombaan, pemberian award, bantuan, supervisi maupun publikasi.

PENGERTIAN

Masjid disamping sebagai tempat beribadah umat Islam dalam arti khusus (mahdlah) juga merupakan tempat beribadah secara luas (ghairu mahdlah) selama dilakukan dalam batas-batas syari'ah. Masjid yang besar, indah dan bersih adalah dambaan kita, namun semua itu belum cukup apabila tidak ditunjang dengan kegiatan-kegiatan memakmurkan Masjid yang semarak.

Kelemahan umat dalam memakmurkan Masjid adalah suatu realita yang harus disikapi dengan sabar serta melakukan langkah-langkah positif yang bisa memperbaiki kondisi. Langkah-langkah perbaikan tersebut haruslah strategis dan bersifat masal. Artinya solusi yang diberikan dapat menjadi jembatan bagi umat untuk bangkit memberdayakan dirinya sendiri dan berlangsung di setiap Masjid.

Solusi tersebut juga diharapkan mampu membawa pengaruh besar dalam upaya memakmurkan Masjid. Dan pada gilirannya mampu memunculkan sebuah gerakan masal yang dapat memberi dukungan signifikan bagi kebangkitan Islam.

GMM adalah merupakan upaya secara sistimatis dan berlangsung secara terus menerus untuk menyadarkan dan memberdayakan umat dalam memakmurkan Masjid dengan berbagai aktivitas yang islami. Untuk mencapai hasil yang optimal perlu didukung dengan sistim, aktivitas dan lembaga pemberdayaan Masjid.

Gerakan ini diharapkan dapat berlangsung secara masal dan melibatkan banyak komponen umat, baik Pengurus Masjid, Ulama, Umara, Ustadz, Mubaligh, Intelektual, Aktivis organisasi Islam, Politisi muslim maupun kaum muslimin pada umumnya.

TUJUAN DAN MANFAAT

Tujuan GMM adalah untuk mengaktualisasikan fungsi dan peran Masjid dalam masyarakat Islam di era modern. Dengan mengaktualkan peran dan fungsinya berarti kita telah menempatkan Masjid pada posisinya.

Aktualisasi ini, insya Allah, akan membawa manfaat bagi umat Islam dalam menuju kondisi yang lebih baik dan lebih islami. Dengan demikian Masjid akan menjadi pusat kehidupan umat. Artinya umat Islam menjadikan Masjid sebagai pusat aktivitas (center of activities) jama’ah-imamah serta sosialisasi kebudayaan dan nilai-nilai Islam.

Bila aktualisasi ini terrealisasi dengan baik, insya Allah, kita akan dapat menyaksikan para Imam Masjid yang juga menjadi pimpinan umat, baik itu sebagai kepala negara, kepala wilayah, kepala daerah maupun pimpinan lokal atau lembaga informal.

Mengaktualkan kembali fungsi dan peran Masjid adalah suatu jawaban yang tepat, apabila kita benar-benar menginginkan kembali kepada Islam. Sebab di Masjid inilah kita mengabdi kepada Allah, berjama’ah dalam shaf-shaf yang teratur, sikap dan perilaku egaliter dapat kita rasakan, kebersamaan dan ukhuwah islamiyah nampak terwujud serta rasa saling mengasihi sesama muslim terbentuk dengan baik. Di Masjid pula ghirah Islam dan kesatuan jama’ah menjadi nyata.

STRATEGI

GMM tidak bisa berlangsung dengan sendirinya, perlu langkah-langkah strategis yang mampu memberi dukungan, di antaranya adalah:

1. Kampanye Gerakan Memakmurkan Masjid (GMM).

GMM harus dikampanyekan agar memperoleh sambutan umat yang luas. Pemerintah, khususnya Departemen Agama, harus mengambil posisi terdepan dalam kampanye ini. Para tokoh umat Islam, baik Politisi, Ulama, Ustadz, Mubaligh, pimpinan masyarakat, aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM), Ormas Islam, perguruan tinggi, sekolaah, profesional, mahasiswa, pelajar dan terutama aktivis Masjid juga harus memberi dukungan. Kampanye GMM dapat diwujudkan dalam bentuk:

a. Pembangunan Masjid di kantor-kantor pemerintah, perusahaan, bandara, stasiun, terminal, pabrik, rumah sakit, plaza / mall, pasar, kampus perguruan tinggi, sekolah dan pemukiman penduduk.
b. Menyelenggarakan aktivitas, baik umum maupun keagamaan, dengan menggunakan Masjid dan lingkungannya sebagai tempat penyelenggaraan.
c. Publikasi aktivitas kemasjidan dan anjuran untuk memakmurkan Masjid melalui media massa: koran, majalah, radio televisi dan internet.
d. Tauladan para tokoh masyarakat dan public figure dalam memakmurkan Masjid, khususnya dalam menegakkan shalat berjama’ah di Masjid.
e. Pemberian penghargaan berupa Mosque Award kepada Masjid yang berprestasi dengan kriteria tertentu.

2. Mengembangkan wacana dan pedoman untuk memakmurkan Masjid.

Salah satu solusi penting dalam GMM adalah memperbaiki sistim organisasi dan management Masjid. Karena tanpa organisasi dan management yang baik, Pengurus tidak akan mampu berkreasi secara optimal, aktivitasnya akan sangat terbatas dan banyak mengalami kendala.

Diperlukan karya-karya intelektual di bidang organisasi dan management yang bernuansa Islam dan mampu memberi petunjuk bagi umat dalam mengelola Masjid. Dan dibutuhkan sekali informasi dan pedoman kemasjidan baik secara filosofis, konsepsional maupun teknis-operasional. Sehingga umat mendapatkan banyak pilihan untuk menyelenggarakan aktivitas kemasjidan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka.

Diharapkan karya-karya tersebut mampu memberi arahan hingga detail aktivitas dan mudah diaplikasikan secara riil. Sehingga membantu dalam menyusun manual, standard operation procedures, work instructions dan activity forms dalam mengelola aktivitas kemasjidan.

Selain hadirnya berbagai wacana dalam organisasi dan management Masjid juga diperlukan upaya-upaya untuk menyebarluaskannya. Wacana-wacana tersebut seharusnya dipublikasikan dalam bentuk buku-buku cetakan yang mudah didapatkan oleh aktivis Masjid dan umat Islam pada umumnya.

Hal ini memerlukan keseriusan pemerintah, khususnya Departemen Agama, dan dukungan para penerbit maupun donatur muslim yang concern terhadap da’wah islamiyah melalui lembaga kemasjidan.

3. Pelatihan dan supervisi organisasi dan management Masjid.

Langkah lain yang tidak kalah penting adalah memberikan pelatihan-pelatihan yang sistimatis, yang ditujukan kepada para aktivis Masjid, baik Ta’mir Masjid, Remaja Masjid, Majelis Ta’lim Ibu-Ibu, Taman Pendidikan Al Quraan dan lain sebagainya. Para aktivis Masjid mengikuti sistim pelatihan yang terstruktur, baik dalam rangkaian seri pelatihan maupun berupa pelatihan khusus.

Beberapa jenis pelatihan yang perlu mereka ikuti di antaranya adalah:

a. Pelatihan Organisasi Ta’mir Masjid.
b. Pelatihan Pedoman Aktivitas Ta’mir Masjid.
c. Pelatihan Kepemimpinan Masjid.
d. Pelatihan Training of Trainers (TOT).
e. Pelatihan Training for Trainers (TFT).
f. Pelatihan Management Majelis Ta’lim Ibu-ibu.
g. Pelatihan Kepemimpinan Remaja Masjid.

Setelah mengikuti pelatihan-pelatihan tersebut, mereka dibimbing untuk melakukan implementasi. Materi-materi pelatihan yang telah dipelajari diaplikasikan dalam aktivitas kemasjidan masing-masing peserta di bawah supervisi lembaga pemberdayaan Masjid. Implementasi disesuaikan dengan kondisi aktual masing-masing Masjid.

Sistim organisasi dan management modern diujicobakan, dievaluasi, dibuat standard dan diperbaiki secara terus menerus (continuous improvements).

4. Membentuk lembaga pemberdayaan Masjid.

Untuk merealisasikan fungsi dan peran Masjid di era milenium ke-3 diperlukan lembaga-lembaga kemasjidan yang mampu mengadopsi organisasi dan management modern. Sehingga aktivitas yang diselenggarakan dapat menyahuti kebutuhan umat serta berlangsung secara berdaya guna (efektif) dan berhasil guna (efisien). Kebutuhan akan lembaga kemasjidan yang profesional semakin tidak bisa ditawar mengingat kompleksitas kehidupan manusia akibat proses globalisasi, kemudahan transportasi, kecepatan informasi maupun kemajuan teknologi.

Kehadiran lembaga-lembaga kemasjidan tersebut perlu dibantu dan dipercepat dengan lembaga pemberdayaan Masjid, yang merupakan organisasi LSM, seperti misalnya Institut Management Masjid. Lembaga ini berperan sebagai katalisator GMM dengan melakukan pengkajian, pelatihan, publikasi dan supervisi (konsultasi) masalah-masalah kemasjidan, khususnya management Masjid.

5. Mengembangkan jaringan Masjid secara luas.

GMM memerlukan adanya Jaringan Kerja Antar Masjid (JKAM). Jaringan kerja (network) ini merupakan forum silaturrahmi yang beranggotakan lembaga-lembaga kemasjidan di suatu daerah (kota), wilayah (propinsi) maupun secara nasional. Tujuan dibentuknya JKAM adalah untuk:

a. Mempererat tali silaturrahmi antar lembaga kemasjidan.
b. Memperkokoh ukhuwah islamiyah.
c. Menggalang kekuatan Islam.
d. Menyamakan persepsi, visi dan misi.
e. Membentuk aktivitas da’wah yang lebih luas.
f. Menyelenggarakan kerja sama da’wah.

Dengan adanya JKAM, insya Allah, akan diperoleh banyak manfaat, di antaranya adalah:

a. Terwujudnya silaturrahmi dan ukhuwah islamiyah secara nyata.
b. Bersatunya potensi umat dalam memakmurkan Masjid secara sistimatis.
c. Memperkokoh kekuatan Islam, sehingga memiliki bargaining position dalam konstelasi masyarakat.
d. Menjadi jembatan antar lembaga kemasjidan untuk saling bekerja sama dalam menyelenggarakan berbagai aktivitas.
e. Membentuk sinergi team antar lembaga kemasjidan.
f. Mampu melaksanakan da’wah islamiyah dan ‘amar ma’ruf nahi munkar secara lebih offensive, tidak hanya sekedar defensive.

Aktivitas disusun dalam bentuk Program Kerja yang direncanakan secara periodik dan digunakan sebagai rekomendasi bagi masing-masing lembaga kemasjidan yang menjadi anggotanya. Berikut ini contoh beberapa aktivitas yang diagendakan, yaitu antara lain:

a. Pelatihan kader.
b. Pertukaran mubaligh.
c. Penyusunan materi da’wah.
d. Bakti sosial.
e. Pengajian akbar.
f. Sosialisasi pelaksanaan syari’ah Islam.
g. Demonstrasi damai / show of force.
h. Dan lain sebagainya.

Sumber : http://immasjid.com/?pilih=lihat&id=974
Selengkapnya...

[+/-] Selengkapnya...

Hari ini 3 Juta Jamaah Haji Wukuf di Arafah

"Labbaik Allahumma Labbaik" bergema dari para jamaah yang berjalan kaki ataupun yang memakai bus menuju Mina, 5 km timur kota suci Makkah .

Hampir 3 juta jamaah haji berkumpul menuju di Mina, sebuah lembah kering Rabu, 25 November, sebagai permulaan pencarian jiwa ibadah haji.

Dimulai dengan tawaf mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali sebelum menuju Mina untuk mabit.Di Mina para jamaah akan menghabiskan untuk berdoa dan tidur di tenda-tenda yang anti api, atau juga dikenal dengan "Yaum at Tarwiya."

Hari Kamis para jamaah akan menuju Arafah guna menunaikan rukun haji yang terletak 15 km timur kota Makkah.

Di hari Idul Adha, dimulai ibadah melontar jumrah sebagai simbol perlawanan terhadap syaitan.Pihak pemerintah Arab Saudi menjanjikan pelaksanaan haji yang aman.

"Kami tidak akan membiarkan apapun mengganggu karena kami memiliki rencana pengamanan berdasarkan pengalaman waktu lampau dalam pelayanan ibadah haji," ujar jubir Mentri Dalam Negeri Mansour Al-Turki.

Lebih dari 100.000 personel keamanan telah ditempatkan di Makkah dan Madina, ditambah 20.000 staf medis.

Jembatan Jamarat tempat melontar jumrah telah dipasangi 600 kamera CCTV, sementara masjidil Haram dan sekitarnya dipantau oleh 1.852 CCTV.

Khusus di Jembatan Jamarat ditempatkan 20.000 personel keamanan. Penggunaan kendaraan kecil juga dilarang dalam area Arafah dan Mina.

Sumber : http://www.voa-islam.net/news/islamic-world/2009/11/26/1824/hari-ini-3-juta-jamaah-haji-wukuf-di-arafah/
Selengkapnya...

[+/-] Selengkapnya...

Yuk...Sama-sama..Save Our Masjid

Biar kita mantap memahami betapa utamanya berjamaah di masjid. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui agar kita semangat ibadah di masjid:

1. Masjid adalah Baitullah atau Rumah Allah

(QS An-Nur:36)
Allahpun berfirman "RumahKu dimuka bumi adalah masjid, para kekasihKu adalah mereka yang memakmurkan rumahKu.Barangsiapa yang ingin berjumpa denganKu hendaklah ia datang ke rumahKu,sungguh wajib bagi tuan rumah menghormati para tamunya."(hadis Qudsi)

Karena itulah Adzan bukan panggilan muazin, tapi panggilan Allah Kekasih untuk para kekasihNya.

2. Masjid rumah Rasulullah SAW

Ketika beliau sakit menjelang akhir hayat beliau, tatkala mendengar adzan Bilal, beliau berkata kepada Saidah Aisyah RA,antarkan aku ke rumahku! Saidah Aisyah keheranan dan seraya bertanya "Bukankah ini rumah engkau wahai kekasih Allah?" Rasulullah menjawab,"Tidak rumahku adalah masjid."

Kesempatan lainpun beliau bersabda :"Seandainya umatku mengetahui keutamaan shalat berjamaah di masjid ,merangkakpun mereka tetap shalat berjamaah dimasjid" (muttafaqun 'alaiha)

3. Masjid rumah malaikat-malaikat Allah

Istana saja ada penjaganya apalagi masjid, para malaikat iu mendoakan dan mengaminkan doa mereka yang memakmurkan masjid (HR Ahmad).

4. Masjid adalah rumah orang-orang mukmin

Setiap makhluk ada rumahnya,dan rumah orang beriman adalah masjid. Simak dengan keimanan surat At-Taubah ayat 18 : "Sesungguhnya hanya hamba Allah yang benar-benar beriman kepada Allah dan benar-benar beriman kepada hari akhirat, merekalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah." (sumber : Majelisazzikra.org)

Nah..sobat SOM...Yuk kita mulai ,dari diri kita sendiri terus ngajak-ngajak saudara kita yang lain. Berat ya? ya mungkin bertahap dulu, minimal sekali sehari berjamaah dimasjid, syukur2 bisa 5 kali bisa berjamaah. Insya Allah masjid yang kita cintai bisa makmur terus...seperti pada bulan Ramadhan yang lalu sehingga disetiap bulan tetap penuh rahmat dari Allah SWT. Amiin.(^_^)

Sumber : http://saveourmasjid.blogspot.com/2009/08/yuksama-samasave-our-masjid.html

Selengkapnya...

[+/-] Selengkapnya...

Nikmat "Gratis"nya Nafas Kita

Pernahkah anda menghitung berapa liter oxigen dibutuhkan dalam sehari? Artikel ini saya posting untuk mengingatkan agar senantiasa kita bersyukur kepada Sang Pencipta.

Bernafas, mungkin sudah dianggap biasa dan tak lagi menarik dibahas oleh sebagian orang. Pasalnya, sejak bangun tidur sampai terlelap, manusia tak lepas dari kegiatan mengambil udara di alam bebas ini. Namun, pernahkah Anda memperhatikan bagaimana nikmat Allah ini sebenarnya bernilai miliaran rupiah? Tak perlu menghitung kegiatan bernafas secara keseluruhan yang melibatkan berbagai organ tubuh, cukup kiranya menjumlah rupiah dari setiap udara yang dihirup.

Sekali bernafas, umumnya manusia memerlukan 0,5 liter udara. Bila perorang bernafas 20 kali setiap menitnya, berarti udara yang dibutuhkan sebanyak 10 liter. Dalam sehari, setiap orang memerlukan 14.400 liter udara.

Lalu, berapa nilai tersebut bila dirupiahkan? Sebagaimana diketahui, udara yang dihirup manusia terdiri dari beragam gas semisal oksigen dan nitrogen. Keduanya, berturut-turut 20% dan 79% mengisi udara yang ada di sekitar manusia. Bila perbandingan oksigen dan nitrogen dalam udara yang manusia hirup sama, maka setiap kali bernafas manusia membutuhkan oksigen sebanyak 100 ml dan 395 ml lainnya berupa nitrogen. Artinya, dalam sehari manusia menghirup 2880 liter oksigen dan 11.376 liter nitrogen.

Jika harga oksigen yang dijual saat ini adalah Rp 25.000 per liter dan biaya nitrogen per liternya Rp 9.950 (harga nitrogen $ 2.75 per 2,83 liter, data nilai tukar dollar Bank Indonesia pada 9 November 2009), maka setiap harinya manusia menghirup udara yang sekurang-kurangnya setara dengan Rp 176.652.165. Dengan kata lain, bila manusia diminta membayar sejumlah udara yang dihirup berarti setiap bulannya harus menyediakan uang sebesar 5,3 Miliar rupiah. Dalam setahun, manusia dapat menghabiskan dana 63,6 Miliar.

Itu hanya jumlah uang yang diperlukan dalam setahun. Bila dihitung seluruh kebutuhan seumur hidup, pastilah nilainya lebih mencengangkan lagi. Sungguh, Allah maha pemurah atas segala karunia-Nya. Tak terkecuali nikmat Allah dari udara yang digunakan manusia sebagai bahan bernafas setiap saatnya.

Udara yang melimpah ruah di alam adalah bukti kasih sayang Allah yang luar biasa. Sekumpulan gas tersebut diberikan Allah kepada manusia dengan cuma-cuma. Tak sepeser pun dipungut dari manusia atas nikmat yang amat penting tersebut. Oleh karenanya, sudah sepantasnyalah manusia bersyukur kepada Sang Pencipta. Dia-lah Rabb yang mengurus kita di siang dan di malam hari sebagaimana firman Allah, “katakanlah: ‘Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari selain (Allah) Yang Maha Pemurah?’…”(QS Al Anbiyaa’ 21: 42).

Sumber : Hidayatullah.com
Selengkapnya...

[+/-] Selengkapnya...

PERJALANAN GERAKAN DAKWAH PEMUDA

Selamat bergabung wahai seluruh kader muda yang peduli pada masyarakat dan lingkungannya.

PEMUDA adalah sosok manusia yang banyak berperan dalam proses perubahan umat. Sejarah mencatat tentang kisah "Pemuda Penghuni Gua" (Ashab al Kahfi) yang bertahan dalam lingkungan jahiliyah, atau pemuda Ibrahim yang menantang tirani Raja Namrud. Tak ketinggalan pula kisah pemuda martir yang mengawali episoda pembantaian di parit membara (Ashab al Ukhdud).

Hikmah Ashab al Kahfi (The Companions of the Cave):
- Pemuda yang mengharap RAHMAT (ar Rahmah) dan PETUNJUK (al Huda) Allah (Al Kahfi: 10)
- Pemuda yang BERIMAN (al Iman), mendapat PETUNJUK (al Huda), dan TEGUH pendirian (Al Kahfi: 13 -1 4)
- Mereka tinggal di gua 309 tahun lamanya (Al Kahfi: 25)

Hikmah Ashab al Ukhdud (The Makers of the Pit of Fire):
- Ujian bagi kaum BERIMAN akan berbuah KEBERUNTUNGAN BESAR (Al Buruj: 11)
- Balasan bagi kaum yang MEMFITNAH (dan menyiksa) orang-orang beriman ialah azab JAHANAM yang MEMBAKAR (Al Buruj: 10)

Kisah pemuda Ibrahim (The Youngperson of Right Conduct):
- Anak muda yang mendapat hidayah kebenaran (Ar Rusyd), lalu menentang kemusyrikan dan kejahiliyahan umatnya, serta tabah menghadapi ujian (Al-Anbiya: 51)
- Mendapat keturunan orang-orang yang Shalih (Al Anbiya: 72). Pentingnya proses kaderisasi dan regenerasi.
- Generasi PEMIMPIN (A’immah) yang mendapat PETUNJUK dan menjalankan tugas: mengerjakan KEBAJIKAN (al Khairat), mendirikan SHALAT, menunaikan ZAKAT, serta MENYEMBAH Allah semata (Al Anbiya: 73)

Kesamaan karakter pemuda dari zaman ke zaman:
- Bersemangat menegakkan kebenaran
- Sanggup memelihara kebersihan jiwa
- Berani membela kepentingan umum
- Bertekad mengubah lingkungan
- Siap berkorban jiwa dan raga

Karakter itu kemudian diterjemahkan menjadi Kriteria Peserta Tarbiyah (Muwashafat Tarbiyah) yang berkelanjutan:
- Lurus keyakinan hidupnya (Salim al Aqidah)
- Benar ibadahnya (Shahih al Ibadah)
- Mantap kepribadiannya (Matin al Khuluq)
- Mampu dalam pekerjaan (Qadirun ala al Kasb)
- Luas wawasan berpikirnya (Mutsaqqaf al Fikr)
- Kuat jasmaninya (Qawiy al Jism)
- Menjaga kebersihan diri (Mujahidun li Nafsihi)
- Tertib dalam urusan hidup (Munazh-zham fi Syu’unihi)
- Disiplin waktu (Haritsun ala Waqtihi)
- Produktif dan konstruktif bagi lingkungannya (Nafi’un li Ghairihi)

Kriteria tersebut akan menghasilkan kader yang:
- Kokoh dan Mandiri
- Dinamis dan Kreatif
- Spesialis dan Berwawasan Global (Think Globally, Act Locally)
- Murabbi Produktif
- Beramal Jama’i
- Pelopor Perubahan
- Ketokohan Sosial

Sumber : http://ivhenx.blog.friendster.com/2007/06/perjalanan-gerakan-dakwah-pemuda/
Selengkapnya...

[+/-] Selengkapnya...